Latest Posts

Minggu, 02 April 2017

Kisah Panas Aku Di Gilir Pembantu Pria Bermain Seks



Nonton Flim55 | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Belum lagi rasanya payudaraku diremas lembut, membuatku perlahan tersadar dari tidurku, untuk kemudian mendapati ternyata Wawan yang membuatku terbangun dengan menyetubuhiku. Aku yang masih belum sadar betul, terkejut melihatnya ada di kamarku, apalagi sedang menyetubuhiku, membuatku menjerit ketakutan dan mendorongnya, namun ia terlalu berat buat cewek mungil sepertiku. “Lho Non Eliza, katanya mulai kemarin saya boleh menikmati Non?” tanya Wawan memprotesku. Aku langsung sadar, teringat kemarin memang aku menjanjikan hal ini. “Tapi bukan gini caranya Wan! Masa aku lagi tidur kamu ajak beginian.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Nggak sopan tahu! Lagian aku tadi masih belum sadar benar, bangun bangun ada orang lain di kamarku, kukira aku sedang diperkosa rampok tau!”, kataku ketus. Sedikit jual mahal boleh dong? Mendengar omelanku, Wawan terdiam. Tapi penisnya yang menancap di vaginaku tidak mengendur sedikitpun. Aku menghela nafas panjang, lalu berkata “Ya sudah, cepat lanjutkan. Mana kamu ini lama lagi kalau main. Oh tunggu!!”, tiba tiba aku teringat dan menurunkan volume suaraku, “Gila kamu ya Wan, kakakku mana??”. Wawan cengengesan dan berkata, “tenang Non, liat ini jam berapa? Kakak non sudah pergi setengah jam yang lalu kok. Dan saya sudah tidak tahan untuk bermain lagi dengan non nih”. Oh.. aku sedikit lega, dan melihat jam, yang ternyata sudah jam 08:15 pagi. “Lalu, sejak jam berapa kamu nggghh… ” belum selesai aku bertanya, Wawan sudah mulai menggenjotku dengan tak sabar, hingga aku melenguh, keenakan.

Bukan hanya karena takut, tapi juga tak ingin penis itu lepas dari vaginaku, membuatku tanpa sadar kembali melingkarkan kakiku ke pinggangnya. Rasanya tusukan penis itu semakin dalam, dan aku yang sudah melingkarkan tanganku ke lehernya supaya tubuhku tidak terjatuh ke belakang, memagut bibirnya penuh nafsu tak perduli dengan wajahnya yang amburadul.

Terakhir aku minum obat anti hamil adalah ketika aku digangbang di ruang UKS 2 hari yang lalu, tapi aku tak kuatir hamil, sebab kini aku sedang bukan dalam masa subur. Aku sudah tak lagi punya niat untuk jual mahal, karena rasa nikmat yang sudah menjalar ke seluruh tubuhku benar benar menghancurkan akal sehatku. Wawan terus memompa vaginaku sambil berjalan, rasanya nikmat sekali. Aku heran dan menduga duga ke mana ia mau membawaku, sambil mulai memperhatikan keadaanku. Bajuku masih melekat, walaupun tanpa bra. Aku memang tak pernah tidur dengan memakai bra. Tapi celana panjangku dan celana dalamku tidak ada, dan sempat aku melihat dari pintu kamarku ketika Wawan membawa tubuhku keluar, kutemukan kedua benda itu tergeletak di lantai kamarku. Kini Wawan menuruni tangga, rupanya hendak mengajak rekannya kemarin untuk bersama sama menikmati tubuhku.

Setiap langkahnya di tangga membuat penisnya memompa vaginaku, dan aku orgasme ringan hingga cairan cintaku mengalir semakin banyak, seharusnya membasahi paha Wawan, yang terlihat senang senang saja. Akhirnya ia membawaku ke kamar tidur pembantu laki laki di rumahku, dimana pak Arifin dan Suwito sudah menunggu. Dengan nafas tersengal sengal karena sodokan Wawan yang semakin gencar, aku yang menyadari akan segera digangbang lagi, mencoba mengingatkan mereka dengan terputus putus bercampur desahan dan lenguhan, “kalian… harus inghh… ingat… yaaah…. ngggh…. aku nantiiii…. harus… sekolah….”.

Mereka tertawa, dan Suwito berkata, “Tenang non Eliza, cuma satu ronde kok. Kami kan juga harus kerja membersihkan bagian luar rumah Non…”. Suwito membelai pantatku dan melanjutkan “aduh non, kalau begini non cantik banget lho non, mana ada bintang film porno yang secantik nona kita ini ya?”. Pak Arifin menyibakkan rambutku yang terurai ke belakang telingaku dan menimpali, “Kita ini benar benar beruntung bisa kerja di sini. Di mana lagi kita dapat menikmati nona amoy secantik non Eliza ini.. seterusnya lagi. Non Eliza sendiri kan yang minta? Kalau begini mah, bayaran gak naik juga kita betah lho Non kerja sampai tua di sini”.

Tubuhku pasti sudah jatuh kalau tak ditahan Suwito dan pak Arifin, yang memanfaatkan kesempatan itu untuk menyusu pada payudaraku sambil meremas remas dengan gemas, membuat orgasmeku yang susul menyusul ini makin terasa nikmat. Dentang grandfather clock dari dalam ruang tamu di rumahku menunjukkan sekarang ini adalah jam 09:00!

Oh… entahlah, mungkin sudah sejam kali aku digenjot Wawan, kalau ditambah dengan waktu aku masih tertidur. Ia memang perkasa untuk urusan sex, membuatku semakin kagum padanya. Beberapa menit setelah aku orgasme, Wawan tak tahan lagi. “Oooh… mem*knya non Eliza ini…. rasanya kont*lku kayak diurut urut… sudah 3 menit… aaah… “, erangnya sambil menembakkan spermanya di dalam liang vaginaku. Aku memejamkan mata ingin menikmati sepuas puasnya rasa hangat yang memenuhi relung relung vaginaku. Kurasakan tubuhku dibaringkan di salah satu ranjang mereka, dan penis Wawan sudah terlepas dari vaginaku.

SITUS POKER UANG ASLI


Aku membuka mataku, untuk melihat giliran siapa berikutnya. Sedikit beda dari kemarin, sekarang gilirannya Suwito, yang sudah mengambil posisi di selangkanganku, dan segera membenamkan penisnya ke dalam vaginaku yang masih sangat basah oleh cairan cintaku dan sperma Wawan.Aku hanya bisa menggeliat pasrah dibawah tindihan Suwito, yang dengan penuh semangat menggenjotku sepuas puasnya. Pak Arifin masih memainkan rambutku, yang menurutnya sangat indah. Tiba tiba aku teringat penis Wawan yang pasti masih belepotan sperma yang bercampur cairan cintaku. Entah apa yang mendorongku, tapi aku hampir tak bisa mempercayai bahwa itu adalah suaraku sendiri ketika aku memanggil Wawan, “Wan, sini aku oralin bentar”.

Wawan yang sedang duduk di lantai beristirahat, tentu saja tak perlu kuminta dua kali, ia segera bangkit mendekatiku dan menyodorkan penisnya untuk kuoral, dan tanpa malu malu aku memegang penis yang sudah mengendur itu, kukulum kulum dan kuseruput hingga pipiku terlihat kempot, sampai tak ada sperma yang tersisa, sementara Wawan melenguh lenguh keenakan. Benar benar edan! Bagaimana mungkin aku bisa seliar ini? Bahkan aku merasa sperma itu begitu enak dan gurih, apakah ini karena aku mulai ketagihan minum sperma?


Ayo Daftarkan Diri Anda Di www.Pokerv99.net
SITUS RESMI JUDI POKER, DOMINO ONLINE TERPERCAYA 
  Minimal Deposit Rp 25.000
Untuk Mendaftar --- > > > https://goo.gl/e2VCyB

Mungkin saja, karena kini aku sudah tak sabar lagi menunggu Suwito orgasme, karena aku ingin segera menjilati dan menyedot sperma lagi. Maka setelah penis Wawan selesai kuoral sampai bersih, aku segera menggerakkan pinggulku menyambut tusukan demi tusukan Suwito, dan benar saja, tak sampai 10 menit Suwito sudah menggeram. Ingin aku memintanya keluar di mulutku, namun aku takut dianggap tidak adil karena tadi Wawan sudah keluar di dalam. Maka aku diam saja, 

membiarkan Suwito memuaskan hasratnya untuk menyemprotkan spermanya dalam liang vaginaku. Setelah kurasakan tak ada semprotan lagi, aku segera mendorong tubuhnya sampai penisnya terlepas dari jepitan liang vaginaku, dan buru buru aku berkata, ”To, cepat sini…”. Suwito pun segera menghampiriku, membenamkan penisnya ke mulutku, dan aku segera menyedot nyedot dengan memejamkan mataku, merasakan tetes demi tetes sperma yang teroleskan di lidahku. Rasanya nikmat sekali, asin dan begitu gurih.

SITUS DOMINO UANG ASLI


Pak Arifin yang sempat tak kulihat batang hidungnya, kulihat kembali, sambil membawa sebuah sendok teh dan piring kecil. Aku tak terlalu memperdulikan hal itu, dan terus mengulum penis Suwito. Tiba tiba, aku melepaskan kulumanku, sambil melenguh pelan karena merasakan nikmat pada selangkanganku. Tak apa apa, toh penis Suwito sudah bersih. Tapi bukan itu yang harus kupikirkan, maka aku melihat ada apa dengan selangkanganku. Ternyata pak Arifin sedang menyendoki lelehan sperma yang bercampur cairan cinta yang mengalir keluar dari vaginaku, dan ditadahi dengan piring kecil tadi. Aku hanya diam menahan nikmat, ketika sendok kecil itu mengorek ngorek vaginaku dengan lembut, seolah menyendoki cairan cintaku dan sperma sperma dari Wawan dan Suwito. Setelah cukup lama, mungkin setelah vaginaku sudah tak terlalu becek lagi, pak Arifin berkata, “Non Eliza, non suka peju ya? Saya suapin peju mau ya?”.

Aku dengan sedikit malu, mengangguk pelan, dan pak Arifin mulai menyuapiku dengan lembut seperti menyuapi anaknya yang sedang sakit. Kembali aku merasakan sperma yang bercampur cairan cinta. Suapan demi suapan cairan yang gurih dan nikmat ini membuat aku tak begitu lapar lagi meskipun aku ingat aku belum makan pagi. Setelah jatahku habis, pak Arifin mulai bersiap menggenjotku, sambil bertanya, “Non Eliza, non mau nggak kalau nanti saya mengeluarkan peju dalam mulut non?”. Aku mengangguk senang, kemudian melebarkan selangkanganku selebar lebarnya, karena aku ingat penis pak Arifin ini berukuran raksasa. Kurasakan penis itu sudah mulai melesak sedikit, dan gairahku langsung naik cepat. Apalagi Wawan dan Suwito ikut menyusu pada payudaraku dengan remasan remasan kecil.

Tapi kini aku bisa lebih cepat beradaptasi, dan mulai mengimbangi genjotan sopirku ini. setelah rasa sakit itu lenyap, aku mulai mendesah dan melenguh keenakan. Penis itu seolah menancap begitu erat, sehingga ketika pak Arifin menarik penisnya, seolah vaginaku yang menjepit penisnya ikut tertarik, dan tubuhku terangkat sedikit. Namun ketika penis itu menghunjam, rasanya vaginaku serasa sedang dimasuki daging keras yang besar hingga sesak sekali. Tak sekeras punya Wawan memang, tapi masih keras untuk ukuran orang seumur pak Arifin. Dan cukup keras untuk membuat aku serasa melayang ke awang awing. Rasa nikmat ini akhirnya membuat aku orgasme, kembali kakiku melejang lejang membuat jepitan vaginaku pada penis pak Arifin makin erat, dan ini membuat pak Arifin kelabakan, penisnya berkedut kedut. Ia segera menarik penisnya lepas dari vaginaku dengan tergesa gesa, dan segera membenamkan penisnya dalam mulutku.

POKER ONLINE UANG ASLI


Segera semprotan spermanya yang juga terasa asin dan gurih, membasahi kerongkonganku. Aku terus melahap sperma itu, menjilati dan mengulum penis itu hingga bersih. Aku sudah tak merasa lapar lagi setelah sarapan sperma dan cairan cintaku sendiri. Mereka bertiga akhirnya duduk mengatur nafas mereka yang masih memburu. Wawan yang paling duluan pulih, namun sesuai janji mereka, ini hanya satu ronde. Tiba tiba Sulikah datang terburu buru sambil membawa celana dalam dan celana panjang satin pasangan baju tidurku. “Non, kakaknya non sudah pulang. Cepetan non, pakai ini dan kembali ke kamar non”, seru Sulikah agak panik. Aku juga ikut panik, segera memakai celana dalam dan celana panjang ini, kemudian berlari kembali ke kamarku. Yang lain juga segera memakai bajunya masing masing, kemudian segera keluar dari kamar tempat kami pesta sex barusan, seolah olah sedang bekerja seperti biasa.


Untung Sulikah memberitahu tepat pada waktunya, aku sudah di dalam ruang makan ketika kudengar deru mesin mobil kokokku di garasi. Rupanya dosen yang mengajar mata kuliahnya pagi ini tidak datang. Aku naik tangga dengan jantung berdegup kencang, akhirnya sampai juga aku ke dalam kamarku yang kulihat sudah rapi, pasti Sulikah yang merapikan. Sempat kulihat jam, ternyata sudah jam 09:30. Dan aku segera masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhku dari keringatku dan keringat 3 orang tadi, juga vaginaku kucuci bersih, hingga terasa kesat.

DOMINO ONLINE UANG ASLI


Mungkin karena cuma 1 ronde, tubuhku tak terlalu lelah. Selesai mandi, aku mengeringkan tubuhku sambil memastikan tak ada tanda tanda aku baru saja bermain sex dengan mereka. Lalu aku memakai baju santai, dan turun ke ruang makan. Di sana sudah menunggu kokoku, yang membawakan aku nasi campur di dekat sekolahnya, kesukaanku. Yah, kebetulan deh. Aku kan belum makan pagi, cuma sarapan sperma dari mereka bertiga tadi. Aku memeluk kokoku senang, dan berkata, “thank you ya kokoku yang baik”. Kokoku tertawa dan menggodaku, “Iya me. Tapi baik kalau bawain makanan aja ya? Kalau nggak jadi nggak baik?”. Aku memukul lengannya manja, lalu kami makan bersama. Kami ngobrol kesana kemari, dan tak terasa akhirnya selesai juga kami makan.

Kokoku kembali ke kamarnya, mungkin main komputer. Aku juga kembali ke kamarku, mempersiapkan diri ke sekolah. Sekarang sudah jam 10, aku biasanya berangkat jam 11:30. masih ada satu setengah jam lagi, aku menyiapkan seragamku, putih abu abu. Juga tas sekolahku, yang membuatku teringat tentang obat perangsang itu. Lalu aku menyisir rambutku rapi, dan duduk manis di ranjangku. Sambil menunggu, aku menelepon temanku, dan kami ngobrol sampai tak terasa sudah waktunya aku harus berangkat. Setelah berpamitan, aku mengenakan seragam sekolahku, lalu berpamitan pada kokoku, dan turun ke garasi.

Seperti biasanya, pak Arifin menawarkan diri untuk mengantarku, tapi kutolak halus karena aku ingin menyetir mobil sendiri. Dalam perjalanan, aku mengingat ingat kejadian pagi ini, dan membayangkan besok aku harus melayani mereka bertiga lagi karena kokoku kuliah pagi sampai siang. Hmm, sarapan sex tiap pagi sebelum ke sekolah? aku menggelengkan kepala tak habis pikir,
more »

Sabtu, 01 April 2017

Cerita Sex Gadis SMA Yang Beringas



Nonton Flim55 | Nonton Film Movie Online Baru Bersubtitle Indonesia - Statusku saat ini adalah seorang mahasiswa tingkat 5, namaku Reval aku kuliah di salah satu universitas swasta di kota gudeg (Jogjakarta). Aku di jogja tinggal di kost-kostsan, karena memang aku bukan asli jogja, domisili asliku adalah semarang. Pada lingkungan kost-kostsanku pada setiap harinya banyak sekali para gadis-gadis SMU yang nongkrong sepulang sekolah.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Oh iya, kost-kostsanku kebetulan ada semacam cafe atau semcam tongkrongan para kaula muda gitulah. Maka dari itu pada setiap harinya aku juuga sering nogkrong di café itu. Diantara para gadis SMU yang sering nongkrong di café itu, nampaknya aku tertarik diantara salah 1 gadis.

Gadis berseragam putih abu-abu itu berparas cantik, tinggi semampai, body sexy, payudara montok dan mempunyai pantat yang bahenol. Sampai pada akhirnya aku tahu bahwa nama gadis itu adalah Rikha, dan dia baru duduk dibangku kelas dua SMU. Aku mengetahui latar belakang dan namanya dari salah satu pelayan café yang cukup akrab dengan Rikha.



Gadis yang satu ini memanglah berbeda dengan teman satu tongronganya, walaupun dia masih SMU, namun dia memiliki body yang sangat mengundang sahwat. Aku sering memperhatikan diam-diam ketika dia nongkrong dengan seragam OSIS nya yang ketat sepulang sekolah. Nampak jelas dibalik sagam osisnya yang ketat payudara dan pantatnya amatlah menggoda.

Ditambah lagi dia memiliki kulit putih seperti para keturunan tionghoa, sungguh benar-benar penasaran aku dibuatnya. Banyak aku mendapat info tentang rikha dari pelayancafe disitu, entah benar atrau tidak Rikha katanya adalah gadis bispak atau kata lainya cewek nakal yang sering keluar malam degan para mahasiswa ataupun teman sekolahnya.

Karena cukup lama aku memperhatika dia, maka terfikirlah dalam otak mesumku, jika aku bisa dekat dengan dia pasti aku bisa bercinta dengan Rikha. Sampai pada suatu hari aku-pun memberanikan diri untuk mendekati salah satu teman Rikha yang sedang nongkrong di café dekat kostku sepulang sekolah.

Pada awalnya aku ragu, namun saat itu aku mencoba sok kenal SKSD ( sok kenal sok dekat) pada teman Rikha. Dari yang aku ketahui namanya anak SMU jika didekati oleh para mahasiswa pasti dia merespon, karena bagi anak SMu jika kenal dengan anak kuliahan adalah kebanggan tersendiri. Ternyata dugaanku itu memang benar, alhasil aku bisa mengobrol dengan teman Rikha.

Pada obrolan kami yang cukup singkat kira-kira 10 menit, akhirnya bisa mendapatkan pin BB Rikha dari temanya yang bernama Anis ( teman satu tongkrongan Rikha), tanpa buang waktu aku-pun langsung menginvite pin Rikha. Singkat cerita waktupun sudah menunjukan pukul 19.00 malam, ketika aku membuka bbmku ternyata ada bbm dari Rikha,

“ Maaf ini siapa yah, “ ucapnya dalam chat.
“ Aku Reval, aku mahasiwa yang sering nongkrong di tempat tongkrongan kamu biasanya,” jawabku.
“ Oh begitu ya, iya salam kenal juga Kak, Oh iya ngomong-ngomong kakak dapet pinku dari mana???, “ tanyanya.
“ Aku dapet Pin BB kamu dari Anis temen kamu Rik, “ jawabku.
“ Oh begitu ya kak, yaudah deh makasih udah invite aku ya Kak, “ balasnya.

Pada malamitu kamipun mulai chating, ternyata Rikha adalah seorang gadis yang friendly dan mudah akrab.Dan juga memang benar kata pelayan yang kerja dicafe itu, Rikha adalahgadis yang mudah dirayu, itu semua terlihat dari cara chating bbmnya. Pada malam itu aku juga bergegas untuk mengajak dia ketemuan di kostku.

SITUS POKER UANG ASLI


Tanpa berfikir panjang dia-pun mengiyakan ajakanku, dan aku mengajak dia ketemuan esok hari sepulang dia sekolah. Sungguh aku sangat senang sekali rasanya, lampu hijau dong buwat aku bisa dekat dan Ml dengan dia kalau kayak gini, hhe. Tak terasa waktupun berlalu begitu cepat, Memang kalau sudah jodoh tidak bakalan kemana, pada siang jam kuliahku kosong.

Kebetulam sekali dosen yang mengajar akuntasi sedang ada keperluan dan mata kuliahnya diundur hari berikutnya. Saat itu jam menunjukan pukul 13.00, karena aku punya janji dengan Rikha maka akupun segera bergegas menuju kostku. Sekitar 15 menit perjalanan aku-pun telah sampai di café.
Sesampainya di kost, ketika aku membuka BBM ku, ternyata Rikha mengirim bbm kepadaku,


“ Kak, hari ini jadi ketemuan gak nich, “ chat Rikha.
“ Jadi dong Rik, kamu langung ke kost aku aja yah, kost aku samping café tongkrongan kamu kok, ” ucapku.
“ Waduh kak aku nggak enak dong kalau gitu, ini aku udah di café nih, mendingan kakak ke café dulu aja deh, nanti kekostnya kita barengan, gimana Kak??, ” ucapnya.
“ iya juga sih, oke deh kalau gitu, see you Rikha, ” balasku.
“ See you to kakak, ” balasnya.

Pada aakhirnya aku-pun café itu, hanya butuh beberapa langkah saja aku sudah sampai café itu. Sesampainya di café, aku melihat Rikha sudah berada disana, disaat itu dia sedang duduk diatas motor matic-nya dengan masih menggunakan seraga osisnya yang ketat dan minim itu. Melihatnya Rikha yang sexy itu, tiba-tiba otak mesumku-pun mulai mengusai fikiranku.



Rasanya sudah tidak sabar ingin cepat-cepat membenamkan kejantanku pada vagina Rikha. Tanpa buang waktu lagi aku-pun mendekati Rikha dan segera aku ajak Rikha ke kostku. Tanpa banyak bicara juga Rikha-pun mengiyakan ajakan ku dan kamipun menuju kostku dengan berboncengan naikmotor matic Rikha.

Aku sungguh heran dengan dia, belum genap 1 hari kenal dia sudah mau akau ajak kekost. Makin yakin saja aku kalau Rikha ini benar-benar gadis SMU Bispak. Sesampainya dikost kami-pun masuk dan Rikha tanpa rasa sungkan dia langsung saja duduk dikasur lesehanku. Kemudian aku-pun menawarkan dia untuk membelikan makan dan minum,

“ Oh iya Rik,aku keluar dulu sebentar yah, kamu pasti belum makankan ? au belikan makan dan minum yah ??, ” ucapku menawarkan makan dan minum agar aku kelihatan perduli.
“ Terserah kakak aja deh, yang penting makan dan minumnya rasa iklas, hhe…, ” jawabnya enteng dengan senyumnya yang menggemaskan.

Kemudian akupun keluar untuk membeli makanan, minum dan cemilan untuk bekalkami dikostku. Sekitar 15 menit aku keluar , dan akupun kembali lagi ke most dengan membawa makan,minum dan cemilan. Sesampainya didepan pintu kost, aku melihat Rikha tetidur denganposisi terlentang, hal itu membuat sedikit rocknya terangkat memperlihatkan paha mulusnya.

SITUS DOMINO UANG ASLI


Melihat hal itu setika kejantananku langsung berdiri tegak dari dalam celana panjang jeansku. Ditambah lagi baju osisnya yang minim itu tertarik sedikit keatas, hal itu membuat pusarnya terlihat olehku, dan juga buah dada-nya yang terbungkus Bra itu terlihat montok itu sekali. Saat itu walaupun aku sudah dipenuhi nafsu jahanam, namunaku mencoba mengendalikan diri.

Perlahan aku mendekati Rikha, saat itu akumemposisikan diriku disamping Rikha namun aku berada dilantai. Dari dekat tercium harum sekali aroma parfum khas Rikha itu. Dalam posisi tertidur aku memperhatika Rikha mulai dari ujung kaki sampai wajahnya. Aku memperhatikan dengan seksama semua bagian tubuhnya, memang benar-benar cantik dan menggairahkan.



Bisa kubayangkan betapa nikmatnya jika aku bisa bersetubuh dengannya. Ditengah seriusnya aku memperhatikan Rikha, tidak kusangka tiba-tiba Rikha terbangun dari tidurnya, dan langsung melihat ke arahku. Saat itu aku kaget sekali, aku mengira Rikha akan marah denganku, namun sebaliknya, ternyata dia tidak marah malah dia langsung memeluku penuh nafsu.

Tak hanya itu, entah sadar atau tidak Rikha juga langsung mencumbu bibirku dengan penuh nafsu. Dalam hati aku berkata, Wah gila nih cewek, gas poll bray. Kemudian Rikha menghentikan ciumanya dan berkata,

“ Kakak nafsukan melihat aku, mau nggak aku kasih kepuasan ???, ” ucapnya tanpa basa-basi.
Rikha Berkata seperti itu dengan tatapan mata yang tajam dan penuh gairah,
“ I.. Iya.. aku mau Rikha… tapi aku tutup pintu kamar dulu yah, ” ucapku kenudian bergegas menutup pintu.

POKER ONLINE UANG ASLI


Setelah aku menutup pintu kamarku dan kupastika pintu juga sudah terkunci, maka aku-pun segera kembali menghampiri Rikha. Tabpa berfikir panjang akupun menciumi Rikha dengan penuh gairah sex dengan tangan kiri ku lingkarkan ke leher Rikha. Tangan kananku-pun tidak diam saja, tangan kananku langsung selipkan didalam rok abu-abu rikha.

Setelah masuk jemariku-pun langsung bergerilia menyelinap didalam celana dalam rikha yang ternyata minim juga ( Celana yang dipakai Rikha adalah celana dalam bawah pinggang), wow sexy sekali. Tanpa buang waktu aku-pun mengusap-usap Vagina Rikha yang gemuk dengan jemariku. Mulailah kumainkan dibagian clitoris dan bibir vaginaya secara konstan.


Sembari terus memainan vagina Rikha, ciumanku pada bibirnya semakin hebat dan begitu juga Rikha dia merespon ciumanku dengan liarnya. Kulihat Rikha mulai melenguh dan tubuhnya menggeliat secara perlahan,

“ Eughhhhh… Ssssshhhh…. ,” lenguh Riha tertahan karena kami masih berciuman. Mendengar lenguhannya itu sejenak menghentikan ciuman kami, dan saat kuhentikan ciumanku aku melihat keringatnya Rikha mulai bercucuran mengaliri lehernya putih itu, tanpa rasa jijik akupun beralih menjilati keringat dilehernyanya dengan penuh hasrat. Hal itu aku lakukan dengan maksud agar Rikha terangsang lebih hebat dan semakin liar.

Ternyata benar Rikha perkiraanku, setelah aku menjilati pada bagian leher, sesekali aku juga menjilati telinganya Rikha semakin menggeliat tak terkendali. Tanpa aku beri perintah diluar perkiraanku Rikha-pun membuka kancing baju seragam OSISnya satu persatu sampai semua terbuka. Setelah itu diapun langsung melepas baju seragam dan BH-nya,



“ Oughhhh… terus Kak jilatin terus… sekarang emutin putting aku kak… Ssss… Aghhh…, ” pintanya penuh nafsu birahi. Tanpa menjawab mulutku-pun langsung hinggap pada buah dada kanan-nya dengan bringas. Tak lupa tangan kirikupun meremas buah dada kirinya, sesekali kuplitir-plintir putting susunya.

Dengan ganasnya mengemut dan meremas buah dada Rikha, hal itu aku lakukan secara bergantian, sedangkan tangan kanaku masih aktif bermain di area Vaginanya,

“ Oughhh… Kak, terus jangan berhenti, rasanya aku ngefly banget kak… Oughh… Ssss… Aghhh…, “ ucapnya diiringi desahan yang liar.

Saat itu hanya tersenyum tanpamenjawab. Setelah puas dan aku rasa sudah cukup dalam memberikan rangsangan kepada Rikha, kejantananku yang dari tadi sudah berdiri tegak, sudah tidak sabar lagi untuk segera masuk kedalam liang senggama Rikha. Kemudian aku-pun menghentikan permainanku dari buah dada dan vagina Rikha.

Lalu melepas baju, dan celana dan celana dalamku, tak lupa aku aku perintahkan Rikha untuk melepas celana dala dan roknya. Setelah kami-kami sama-sama telanjang bulat, kemudian aku-pun bergegas menjilati Vagina Rikha yang putih, harum tanpa ada rambut kewanitaan sedikitpun.yah mungkin saja rambut keanitaanya sudah dicukur, hhe.

Saat aku menjilati vaginanya, Rikha memejamkan matanya dan mengarahkan wajahnya wajahnya keatas, Nampak sekali dia sudah begitu bergairah dengan jilatan lidah mautku.

DOMINO ONLINE UANG ASLI


Melihat Rikha sudah bergairah siap tempur, akupun segera mengarahkan Penis-ku ke mulut Rikha. Dengan cekatan dia-pun meraih kemudian mengkulum Penis-ku ddengan lahapnya. Dikeluar masukan penisku dari mulutnya, sesekali dia juga menjialti buah zakar dan selangkanganku,

“ Oughhh… nikmat sekali jilatan dan kulumanmu sayang.. terus sayang.. Ssssss… Aghhhh…., ” pintaku di iringi desahanku.

Terasa melayang tidak karuan rasanya ketika Rikha mengkulum penisku.Saat itu aku juga mengimbangi mendorong dan menarik Penis-ku ke dalam mulut Rikha. Terkadang dia juga menelan dalam sekali, hingga batang kejantanaku tertetela sampai pangkalnya.
Selama 10 menit Rikha mengkulum penisku, karena merasa aku suah puas dikulum, aku yang sudah ingin sekali merasakn nikmatnya vagina Rikha, maka akupun mencabut penisku dari mulutnya. Kemudian aku mulai arahkan penisku ke bibir vagina Rikha dan aku gesek-gesekan kan ke bibir vaginanya yang tembem,

“ Oughhhh… Ssssss… geli mas … Ssssss… cepetan masukin penis kamu Kak, aku udah pingin di entot sama kakak… Oughhh…, “ ucapnya merengek.

Saat itu Rikha benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan gesekan penis-ku yang aku gesek-gesekan pada liang senggamanya. Sehingga saat itu dia-pun memintaku untuk segera memasukan semua batang Penis-ku. Karena melihat Rikha yang merengek seperti itu maka aku-pun segera membenamkan penisku,

“ Aku masukin sekrang ya Rikha, “ ucapku.
Lalu,
“ Blesssssssssssssssss, Aghhhhhhhhhhhh…. “

Akhirnya batang kejantananku telah tertelan sepenuhnya oleh vagina Rikha, kubenamkan penisku dalam-dalam hingga mentok, sehingga vagina Rikha-pun dipenuhi batang kejantananku. Kugenjot pelan pelan sambill menikmati kuatnya himpitan otot vagina Rikha, walaupun dia sudah tidak perawan namun jepitan memeknya sungguh masih kuat sekali,

“ Kak, lebih cepet lagi sodokannya, Oughhh… Sssss… Aghhhhh…., ” pinta Rikha kepadaku untuk lebih cepat lagi menghujam Vagina-nya dengan penisku.
Vaginaya yang mulai basah dengan lender kawinya membuat aku semakin bernafsu saja, dengan sepenuh tenaga aku percepat genjotanku. Aku hujam Vagina-nya dengan kasarnya, tak disangka dia menyukai permainan sex yang kasar. Aku keluar masukan penisku dengan penuh gairah, untuk mengimbangi permainanku Rikha-pu menggoyang pinggulnya dengan lihainya,

“ Iya Kak sperti itu, terus kak enak sekali kak, Oughhh… Yeahhh…, ” ucapnya.
Tidak terasa permainan sex kami telah berjalan selama 20 menit, dan akupun mulai merasakan akan klimaks,
“ Oughhh… Rikha aku mau keluar nih, aku keluarkan dimana, ” tanyaku.
“ Keluarin diluar kak, biar aman.. Ssssss.. Aghhh…, ” jawabnya.
Sambungnya lagi,
“ Ayooo sodok lagi yang cepat, Rikha mau juga nih Kak… Oughhhh…, ”
Tidak lama setelah Rikha berkata seperti itu, kulihat tubuh Rikha mengejang dan kejantanku terasa hangat seperti tersiram sebuah cairan dari dalamvagina Rikha,
“ Aghhhhhhhhhhh… Aku keluar kak…, ” ucapnya.
Ternyata Rikha telah mendapatkan Orgasmenya. Tidak lama setelah Rikha kurasakan batang keantananku berkedut. Lalu aku-pun mengeluarkan masukan penisku selam 5 kali, kemudian aku cabut dan,
“ Oughhhhhhhhhhhhhh…. Crottttttttttttttttt…. Crotttttt… Crotttttttt…, ”

Akhirnya akupun juga mendapatkan klimaks-ku. Air maniku tertumpah pada buah Rikha dengan derasnya. Rikha-pun tidak menyia-nyiakan air mani-ku, dia melumurkan air maniku ke payudara dan perutnya sampai merata. Setelah selesai penisku menyemburkan air maninya Rikha-pun mengkulum penisku kembali dan menyedotnya. Terasa ngilu sekali rasanya.

Setelah puas mengkulum penisku dengan sisa-sisa air mani Rikhapun terkapar dan aku menyusul terkapar sisebelahnya. Karena kami merasa lelah maka kami-pun siamg itu tertidur karena lelah. Tak terasa kami tertidur sampai jam 5 sore dengan posisi telanjang bulat. Saat itu aku bangun terlebih dahulu, kemudian aku membangunkan Rikha agar membersihkan diri.

Rikha-pun terbangun dan Rikha segera bergegas kekamar mandi yang berada didalm kamarku. Singakt cerita rikhapun sudah bersish dan kembali mengenakan sragamnya lagi. Melihat jam sudah sore maka Rikhapun berpamitan untuk pulang. Sebelum pulanhg tak lupa dia mengecup bibirku dengan binalnya.

Semenjak hubungan sex hari itu hubungan kami-pun tersu berlanjut tanpa status.
Intinya jika kami ingin berhungan sex kami saling menghubungi. Sungguh luar biasa sekali Rikha, diusianya yang masih belia itu dia lihay sekali dalam berhubungan sex. Hubungan kami-pun terus berlanjut tanpa status, bahkan sampai sekrang walaupun tidak sesering dulu dalam berhungan sex. Selesai.
more »

Minggu, 11 Desember 2016

PELAYANAN SEX YANG LEBIH NIKMAT DILAKUKAN DENGAN SELINGKUHAN

PELAYANAN SEX YANG LEBIH NIKMAT DILAKUKAN DENGAN SELINGKUHAN

Agen Dewa Poker - Aku seorang pengusaha muda dan mahasiswa jurusan ekonomi. Aku tinggal di sebuah kompleks bank pemerintah yang kini bank tersebut sudah dimerger. Aku sudah mempunyai pacar yang kebetulan tetanggaku di kompleks tersebut. Orangtuaku termasuk orang terpandang, sehingga aku di kalangan anak muda di kompleks tersebut cukup disegani.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Dua tahun yang lalu aku merupakan ketua organisasi remaja, sehingga aku semakin dikenal oleh berbagai kalangan di lingkunganku. Kebetulan di lingkunganku banyak gadis remaja yang cantik-cantik. Termasuk pacarku yang sekarang merupakan salah satu gadis yang menjadi incaran anak-anak muda di lingkungan tersebut.

Entah kenapa dia mau menjadi pacarku. Sejujurnya aku menyukai beberapa gadis cantik selain pacarku tersebut, tetapi aku berpikir dua kali jika aku berbuat macam-macam pasti akan menjadi bahan omongan di lingkunganku. Singkat cerita, aku tergoda oleh salah satu anak tetangga orangtuaku, sebut saja Gita (nama samaran).

Padahal aku sudah menjalin asmara dengan gadis yang juga tetanggaku. Kami bahkan sudah bertunangan. Gita adalah seorang mahasiswi. Ia mempunyai body yang sangat menggoda, walaupun agak sedikit gemuk, tetapi ia mempunyai bibir yang sexy dan mempunyai payudara berukuran 36B.

Sebagai gambaran, body-nya mirip dengan artis Feby Febiola, dan bibirnya seperti Cornelia Agatha. Tingkah lakunya selalu menggodaku. Sebagai laki-laki normal, kadang aku berpikiran agak kotor. Hingga pada suatu kesempatan, ia meminta bantuanku untuk dicarikan HP dengan harga miring.

Tentu saja kesempatan itu tidak kusia-siakan (dalam hatiku aku akan membelikannya HP tersebut dengan cuma-cuma). Aku menyanggupinya, tetapi aku memberikan syarat agar ia mau kuajak pergi makan dan nonton berdua tanpa sepengetahuan pacarku dan teman-temanku. Dasar Gita memang centil, persyaratanku ia setujui karena ia pikir sangat mudah sekali untuk menjalaninya.

Akhirnya aku membelikannya HP yang ia inginkan, dan aku pun menagih janjinya. Kemudian pada hari minggu siang, aku dan Gita pergi berdua untuk makan siang dan nonton. Ketika kami sedang nonton, kesempatan tersebut tidak kusia-siakan untuk sekadar mencium dan meraba-raba tubuhnya.

Tidak kusangka ia malah bilang kepadaku sebenarnya ia juga menyukaiku. Ketika aku dengan hot-hotnya menciumi dan menggerayangi tubuhnya, ia berbisik kepadaku bahwa ia sudah horny, dan mengajakku keluar dari bioskop untuk pergi ke pantai. Ketika di tengah perjalanan, aku memberanikan diri untuk mengajaknya ‘chek in’ di hotel yang terdekat, ternyata ia menyetujuinya.

Aku tiba di hotel yang dituju sekitar puku 3 sore. Setelah aku membayar kamar hotel tersebut, aku dan Gita dengan langkah yang terburu-buru menuju ke kamar hotel. Sesampainya di kamar hotel dan mengunci pintu, aku langsung melancarkan ciumanku, dan Gita membalasnya dengan sangat antusias. Kemudian masih dalam keadaan berdiri kubuka pakain serta celana panjangnya hingga ia hanya memakai BH dan CD yang berwarna hitam. Kemudian ia juga memintaku untuk membuka baju dan celana panjangku.

Kini kami dalam keadaan hanya memakai pakaian dalam saja. Kemudian ia kubimbing ke atas ranjang yang berukuran double size. Aku mulai melumat bibirnya yang sexy dan menciumi serta menjilat seluruh tubuhnya. Kemudian ketika aku mencium CD-nya, di bagian kemaluannya yang sudah basah, ia menggelinjang dan sesekali merintih-rintih keenakan. Setelah aku puas menciumi seluruh tubuhnya, kemudian kubuka BH dan CD-nya. Aku pun membuka CD-ku, kini kami berdua sudah benar-benar bugil.

Aku sampai menahan nafas ketika kulihat payudaranya yang besar dan montok. Dengan sangat bernafsu kulumat puting susunya yang berwarna coklat kemerah-merahan. Karena sebenarnya Gita masih berusia 20 tahun, sehingga terlihat body-nya yang serba kencang. Aku juga meraba dan mengusap bulu-bulu di kemaluannya yang sangat lebat. Aku semakin bernafsu mencium dan menjilat seluruh tubuhnya yang mulus.

AGEN POKER UANG ASLI


Kemudian aku memasukkan dua jari tanganku ke dalam vaginanya yang sudah basah, sedangkan lidahku sibuk menjilati puting susunya yang berwarna coklat kemerah-merahan. Gita semakin merintih-rintih dan menggelinjang serta nafasnya mulai berat. Kemudian kubuka kedua pahanya lebar-lebar agar aku dapat dengan leluasa memainkan lidahku ke dalam vaginanya.

Aku menjilati dan memainkan klitorisnya dengan penuh gairah. Setelah kupuas, giliran Gita memainkan rudalku yang sudah tegang dengan lidahnya. Ia jilati kemaluanku yang berukuran lumayan panjang dan besar (kira-kira 15 cm dengan diameter 3,5 inchi).

Ia menjilat dan mengulum rudalku dengan penuh kenikmatan. Aku tidak menyangka kalau kemaluanku akan dibersihkan oleh gadis impianku. Setelah ia puas, kemudian Gita mengambil posisi telentang dengan kedua paha dibuka lebar-lebar, ia memintaku untuk segera memasukkan rudalku ke dalam vaginanya.

Aku mengambil ancang-ancang untuk memasukkan batang kemaluanku ke dalam vaginanya yang sudah basah. Kupikir pasti aku tidak akan kesulitan untuk memasukannya, ternyata beberapa kali aku mencoba selalu saja meleset, dengan tidak sabar Gita menarik rudalku dan mengarahkan ke arah lubang kewanitaannya.

AGEN DOMINO UANG ASLI 


Ternyata Gita masih perawan, tetapi dengan kegigihanku akhirnya aku berhasil memasukkan ujung rudalku ke dalam vaginanya. Ketika kutekan dengan sedikit paksaan, Gita menjerit kesakitan, kemudian aku menghentikan sejenak seranganku sampai kulihat ia sudah siap kembali, dan perlahan-lahan kumasukkan batang rudalku. Gita kembali merintih menahan sakit.

Aku bertanya,

“Git, kamu mau diterusin atau nggak..?”

Ia menjawab,

“Terusin dong sayang, tapi pelan-pelan ya..!”

Akhirnya dengan perjuangan yang cukup melelahkan, aku berhasil memasukkan setengah batang kemaluanku, dan aku mendiamkan sejenak aktifitasku. Aku merasakan dari vagina Gita keluar darah segar pertanda keperawanannya sudah hilang.

Dinding vaginanya yang lembut dan hangat memijat-mijat batang kemaluanku. Aku tidak terlalu memaksa untuk membenamkan seluruh rudalku ke dalam vaginanya. Mungkin ukuran rudalku yang lumayan panjang, sehingga membuat sakit vagina Gita yang baru pertama kali melakukan seks.

Kemudian aku mulai menaik-turunkan pantatku secara perlahan dan beraturan. Dan secara perlahan-lahan aku membenamkan rudalku sedalam-dalamnya, hingga akhirnya seluruh batang kemaluanku amblas ke dalam vagina Gita. Gita sudah mulai terbiasa dengan rudalku, malah ia mulai memutar pinggulnya, sehingga semakin menambah kenikmatan pergumulan kami saja.

Aku semakin bersemangat untuk memainkan rudalku dengan cepat. Permainanku diimbangi Gita dengan menjepit pantatku dengan kedua kakinya. Aku merasakan rudalku semakin mentok saja mengenai ujung rahimnya. Kami berganti posisi dengan cara sambil duduk. Gita semakin terlena, karena posisi tersebut membuat rudalku semakin bergesekan dengan klitorisnya, sehingga hal itu membuat Gita semakin terbakar birahinya.

Kami sempat beristirahat sejenak, karena posisi tersebut banyak menguras tenaga kami. Sambil istirahat aku meremas-remas dan menjilati serta menghisap puting susuya secara bergantian. Setelah tenaga kami terkumpul, kami melanjutkan kembali dengan lebih menggebu-gebu.

POKER ONLINE UANG ASLI 


Setelah kira-kira 25 menit kami bergumul hebat, aku mulai merasakan spermaku akan keluar, begitupun dengan Gita, ia mulai mendekati orgasmenya. Aku merasakan dinding vaginanya yang berdenyut kencang dan semakin banjir. Aku berkata setengah berbisik,

“Git, aku sudah mau keluar nih, kita keluarinnya sama-sama ya..?”

Gita menjawab dengan terputus-putus,

“Ia.. sa.. yaaa.. ngg.. sshhh.. cepetan dong keluarinnya aku.. sebentar lagi selesai nih..!”

Dengan nafas yang tidak beraturan, aku menjawab,

“Tahan sebentar ya sayang.., aku juga sudah mau keluar..”

Tidak lama kemudian aku memuntahkan spermaku ke dalam rahimnya, dan aku pun merasakan cairan hangat dari dalam vagina yang mengenai rudalku.

“Ooohhh.. shhh…” hampir bersamaan kami melenguh mengakhiri perjalan yang melelahkan dan penuh kenikmatan.
“Sayang.., vaginaku hangat banget sama spermamu..” Gita memberikan komentar puas dengan keperkasaanku.

Kemudian kami beristirahat sejenak sambil memberikan pujian kepuasan masing-masing. Tetapi tanganku dan Gita masih meraba-raba dan mengusap kemaluan kami satu sama lain, sehingga birahi kami kembali timbul. Kali ini Gita yang mendahului dengan menjilat dan melumat hampir seluruh rudalku ke dalam mulutnya. Bukan hanya itu saja, ia juga dengan sangat agresif menciumi seluruh tubuhku.

Aku mendorong tubuhnya ke samping hingga ia telentang. Kini giliranku untuk menciumi seluruh tubuhnya. Payudara Gita yang sudah mengeras dan puting susu menjulang tinggi, membuatku semakin bernafsu untuk meremas, menjilati serta menghisap-hisap puting susunya hingga puting susu Gita semakin terlihat basah dan mengkilap. Jari-jari tanganku dengan nakal memainkan klitoris dan menyodok-nyodok ke dalam vaginanya yang sudah banjir.

Gita semakin kelojotan dan mulai memohon-mohon kepadaku untuk segera memasukkan rudalku ke dalam lubang kewanitaannya. Aku merubah posisi dengan tidur telentang, sementara Gita berjongkok sambil mengangkang untuk mengambil posisi memasukkan zakarku ke vaginanya.

Dengan tidak sabar Gita meraih batang kemaluanku dan dituntun ke arah vaginanya. Ketika rudalku mulai memasuki vagina Gita yang pinggirannya ditumbuhi bulu-bulu lebat, aku merasakan dinding vaginanya yang sudah banjir menghangatkan dan memijat-mijat batang zakarku.

DOMINO ONLINE UANG ASLI  


Gita mulai menggerakkan pinggulnya yang montok ke atas ke bawah, dan memutarnya ke kiri dan ke kanan. Sedangkan tanganku mulai meremas-remas sepasang payudara yang besar dan kencang. Gita dengan sangat bernafsu menekan pantatnya kuat-kuat, sehingga rudalku seluruhnya amblas ditelan vaginanya.

Kali ini Gita yang memegang peranan, aku menurutinya saja, karena kulihat dengan posisinya yang di atas ia sangat bergairah sekali. Aku mengangkat badanku untuk melumat puting susunya. Perbuatanku semakin membuat Gita mabuk kepayang. Ia memeluk kepalaku ke arah payudaranya. Pantatnya semakin cepat ditarik dan diputar-putar. Hingga akhirnya ia mencapai orgasme yang kedua kalinya.

Aku yang belum mencapai klimaks membuat keputusan berganti posisi dengan dogie style. Gita mengambil posisi menungging, kemudian kuarahkan rudalku ke vaginanya lewat belakang. Aku sangat bernafsu sekali melihat pantatnya yang lebar dan sexy.

Tangan kananku memegang dan menepuk-nepuk pantatnya, sedangkan tangan kiriku meremas-remas payudaranya. Gerakan tersebut kulakukan secara bergantian. Ternyata posisi tersebut membuat Gita bangkit kembali gairahnya, karena klitorisnya terkena gesekan rudalku.

Kali ini Gita mulai memberikan perlawanan. Ia menggoyang-goyangkan pantatnya maju mundur berlawanan dengan arah goyangan pantatku. Ketika Aku mendorong pantatku ia menyodorkan pantatnya ke belakang, dan ketika Aku menarik pantatku ke belakang ia menarik pantatnya kedepan.

Irama nafas kami semakin cepat, kami melakukan goyangan dengan cepat, sehingga setiap kali kucabut dan menyodok vaginya dengan rudalku timbul bunyi akibat vagina Gita yang banjir oleh lendir birahi. Aku mulai merasakan spermaku akan segera keluar. Ternyataaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Gita juga sudah merasakan ia akan mengalami orgasme yang ketiga kalinya.

Tidak lama kemudian rudalku memuntahkan sperma secara berturut-turut di dalam vaginanya. Aku pun merasakan gerakan Gita yang bergoyang-goyang pelan dan tegang, sedangkan punggungnya telihat melengkung seperti udang karena ia juga telah orgasme.

Aku mencabut batang kemaluanku dari vaginanya setelah Aku tidak merasakan muncratan spermaku. Aku telentang lelah, sedangkan Gita menjilati sisa-sisa spermaku yang masih keluar dari zakarku. Ia menghentikan aktifitasnya setelah spermaku tidak keluar lagi.

Kami berpelukan erat sambil menghayati kenikmatan yang barusan kami lakukan. Kami melakukan bukan hanya sekali saja, tetapi entah sampai berapa kali. Permainan kami semakin lama bertambah hot saja, karena ternyata Gita mulai terbiasa dan ketagihan dengan keperkasaan rudalku. Kami memutuskan pulang setelah merasa sudah sama-sama lemas dan puas. Andai saja kami melakukannya pada malam minggu, mungkin kami akan terus melakukannya sampai pagi.

Setelah kejadian pada malam itu, hingga kini kami jadi sering melakukannya sampai pagi. Aku melakukan hubungan seks dengan Gita dengan system kalender, hal itu kami lakukan untuk menghindari kehamilan. Aku semakin ketagihan, karena tunanganku adalah tipe gadis pendiam dan alim, dan aku tidak pernah mendapatkan pelayanan sex darinya.

Kemanapun aku pergi, termasuk chek-in, aku selalu membawa laptop. Komputer tersebut kupergunakan untuk memantau perkembangan usahaku, selain itu juga digunakan untuk mengetik ceritaku dan memutar film blue sebagai pembakar hasrat birahi kami.

Tentu saja perbuatanku yang sedang menceritakan seks kami tidak diketahui oleh Gita, karena ia masih tertidur untuk istirahat sejenak
more »

Jumat, 09 Desember 2016

Suka Cerita Sex Kamu Perawan

Agen Dewa Poker - Saya kebagian untuk mengajar di sebuah SMA swasta di Bandung. Nah, SMA swasta biasanya terkenal karena muridnya yang bengal-bengal dan sulit diajar, wah dasar nasib.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Hari senin setelah mengurus surat ini itu dari kampus, saya langsung ditugaskan oleh Kepala Sekolah SMA tersebut untuk langsung mengajar matematika untuk murid kelas XI. Saya kebagian 4 sesi di kelas pagi dan 2 sesi di kelas siang.

Pertama kali mengajar di kelas, saya berkata dalam hati "Astaga, ini sekolah apaan? Gua ngomong ga ada yang ngedengerin. Mana cewek-ceweknya pake rok pendek semua!"

Keesokan harinya saya kembali ke sekolah dengan perasaan galau dan cemas. Jangan-jangan saya salah pilih karir menjadi guru, saya tidak berbakat mengajar. Anak-anak tidak ada yang mendengarkan waktu saya sedang bicara. 

Tapi ternyata ada satu hal yang membangkitkan semangat saya. Di sesi kelas siang ada murid perempuan yang bernama Irma. Kulitnya sawo matang, rambut sepunggung, tingginya kira-kira 158 cm. Mukanya tidak terlalu cantik, tapi manis banget kalau lagi senyum.

Dan yang lebih penting, kelihatannya dia satu-satunya murid yang kelihatan antusias kalau saya lagi mengajar. Dalam benak saya sempat terlintas hal yang tidak-tidak, namun pikiran itu saya buang jauh-jauh.

"Aku seorang guru. Aku akan menjaga integritas almamater dan profesiku" kata saya dalam hati.

Tapi semakin hari kemolekan tubuh Irma malah semakin menggoda saya. Seringkali saya mengintip paha mulusnya dan terkadang terlihat CDnya yang berwarna putih.

Apalagi saya tahu dia juga suka pada saya. Karena tiap saya masuk kelas, teman-temannya pasti menggodanya. Sampai suatu hari saya mengadakan ulangan pertama untuk anak-anak kelas XI. Lalu hal yang sangat mengejutkan pun terjadi. Waktu saya memeriksa lembar jawaban Irma, ada tulisan "Pak Teguh ini nomer hp saya: 0819********"

Perasaan saya campur aduk saat itu. "Telfon jangan yah" kata saya dalam hati. Kalau saya telfon, artinya saya sudah menjatuhkan martabat profesi saya sebagai guru. Kalau saya tidak telfon, saya akan menyesal karena tugas saya sebagai guru PKL hanya tinggal 2 minggu lagi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menelfon Irma malam itu juga.

AGEN POKER UANG ASLI


Anehnya, waktu saya telfon, seolah-olah antara saya dan Irma sudah seperti teman lama, tidak ada batasan antara guru-murid. Yah, mungkin karena waktu itu juga umur saya masih 22 tahun, sedangkan Irma masih 17 tahun, jadi tidak terlalu jauh. Akhirnya kami janjian untuk jalan bareng hari sabtu sesudah dia selesai kelas olah raga.

Hari sabtu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kami sengaja janjian bertemu di mall. Waktu bertemu, dia masih mengenakan kaos olahraga SMA yang longgar dan rok SMA. Sehingga kalau menunduk, terlihat jelas payudaranya yang montok. Darah saya langsung mendidih melihat Irma. Langsung saya keluarkan jurus-jurus penakluk,

"Irma, kita ke tempat kak Teguh aja yuk, nonton VCD atau apalah. Soalnya kalau dilihat orang ngga enak".

Awalnya Irma menolak karena awalnya dia mau mengajak makan dan nonton. Tapi karena saya paksa, lama-lama dia mau juga. Saya girang setengah mati. "Yes..berarti dia bisa dipake" batinku.

Sesampainya di tempat kost saya, awalnya kami cuma nonton VCD sambil ngobrol-ngobrol. Lama kelamaan, topik pembicaraan kami mulai mengarah ke masalah pacar, sex dan lain-lain. Karena terbawa suasana, entah siapa yang memulai duluan, tiba-tiba kami sudah berciuman. 

Bibir saya dan bibir Irma berpagutan saling mengulum penuh nafsu. Wangi mulutnya sangat khas. Lalu dia mulai menjilat-jilat telinga dan leher saya.

"Buset, kayaknya udah ahli ni orang" batinku. Karena nafsu sudah di ubun-ubun, saya mulai menyisipkan tangan saya kedalam kaos olahraga Irma dan saya remas-remas payudaranya. Nafas Irma semakin memburu sewaktu kulepas kaos dan BHnya.

Meskipun kulitnya sawo matang, putingnya berwarna coklat terang. Ukurannya tidak terlalu besar, mungkin 34B. Tapi sangat padat. Irma membalas dan mulai membuka kemeja saya. Tangannya masuk kedalam celana saya dan mulai meremas-remas penis saya.

Lidahnya menjilat-jilat putting saya dan tangannya tidak berhenti meremas-remas penis saya. Tidak sampai 5 menit, kami berdua sudah telanjang bulat. Tanpa disuruh, Irma sudah langsung menciumi penis saya.

AGEN DOMINO UANG ASLI 


Yang sangat membuatku kagum, dia meludahi seluruh penis saya sampai benar-benar basah, mengocoknya, dan baru mulai menghisap dengan mulutnya dengan gerakan naik-turun. "Edaaan" kata saya dalam hati. Pasti dia sering main beginian. 

Saking enaknya, baru 3 menit dihisap saya sudah tidak tahan ingin keluar. Tiba-tiba sperma saya muncrat di ujung mulut Irma.

"Yah, Kak Teguh, ko udah keluar?" katanya.

"Tenang aja, aku masih bisa kok" kata saya.

Sekarang gantian saya yang menjilati vaginanya. Dia menggelinjang keenakan waktu saya menghisap-hisap klitorisnya. Perlahan-lahan, penis saya naik kembali karena wangi vaginanya itu enak banget. Tapi hal yang mengejutkan kemudian terjadi. Waktu saya mau menusuk vaginanya dengan jari tengah saya, dia menolak. Ternyata dia masih perawan! Saya masih duduk keheranan.

"Hah, kamu masih perawan?" kata saya.

"Iya kak" timpanya.

Lalu dia bilang "kita petting aja yah.. enak juga kok".

Ini pengalaman baru untuk saya. Ternyata enak juga. Jadi posisi sayau duduk, penis dilipat keatas dan dia duduk diatas saya sambil menggesek-gesekan vaginanya ke penis saya. Setengah jam berlalu, dia sudah keluar berkali-kali, tapi penis saya malah lecet.

"Irma...kalo gini terus punya kak Teguh sakit, kita udahan dulu aja yah".
Melihat raut muka kecewa saya, Irma terlihat merasa bersalah.

"Duh maaf yah kak Teguh. Aku udah janji mau ngasih perawanku ke suamiku nanti. Tapi kalau ka Teguh mau, masukin aja ke belakang".

POKER ONLINE UANG ASLI 


Tanpa pikir panjang, karena sudah tanggung saya pun menyetujuinya. Saya mulai mengoleskan hand & body lotion dari kepala sampai ujung penis saya, dan tidak lupa anus Irma saya tusuk-tusuk dengan jari tengah saya.

Setelah Irma sudah merasa nyaman, dengan gaya doggy style saya pun mulai memasukkan penis saya kedalam anusnya dengan sangat perlahan. Untunglah barang saya tidak terlalu besar, yah paling 12 cm.

Ternyata sulit juga karena dia terkadang merasa kesakitan sehingga harus mulai dari awal lagi. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya seluruh penis saya masuk kedalam anus Irma. Ternyata sensasinya luar biasa, anusnya sangat sempit dan rasanya seperti disedot-sedot vacuum cleaner. Saya pun mulai menggerakan pantat saya maju-mundur.

DOMINO ONLINE UANG ASLI 


Saya menyodomi Irma sambil tangan saya meremas-remas payudaranya dan mulut saya menciumi leher belakangnya. Irma pun ternyata mengalami sensasi yang luar biasa, karena lenguhannya terdengar semakin keras.

Kemudian kami berganti posisi. Saya duduk disofa dan Irma jongkok membelakangi saya. Ini pemandangan yang luar biasa karena pantatnya yang indah tampak semakin besar. Anus Irma menggenjot penis saya dengan gerakan jongkok naik-turun. 

Saya juga mempercepat genjotan saya dan tak lama kemudian sperma saya muncrat dan berhamburan di dalam anus Irma.

Semenjak hari itu, saya dan Irma beberapa kali melakukan anal sex sampai kemudian tugas saya sebagai guru PKL di sekolahnya berakhir. Saya pernah melakukannya di WC guru, juga sehabis kelas olah raga. Saya juga pernah melakukannya di WC sebuah mall di Bandung. Saya kehilangan kontak dengan Irma semenjak saya ditugaskan di sebuah SMA di Jakarta, hingga kemudian saya menikah dengan rekan sesama guru.
more »

Kamis, 08 Desember 2016

KESIALANKU TERBAYAR SETELAH AKU BERTEMU DENGAN JANDA CANTIK BERBADAN MONTOK


KESIALANKU TERBAYAR SETELAH AKU BERTEMU DENGAN JANDA CANTIK BERBADAN MONTOK


Agen Dewa Poker - Seharian ini aku tidak karuan bekerja, suntuk benar rasanya hari ini, seharian dimarahi melulu sama boss karena kerjaanku salah terus, “Teeet…” bel pulang sudah berbunyi, kesempatan ini tidak kusia-siakan, “langsung ngacir”. Sore itu cuaca masih mendung karena sebelumnya hujan mengguyur dengan sangat deras. Aku berjalan keluar halaman kantor, kulihat jalanan sebagian tergenang air.

SITUS RESMI JUDI ONLINE


Aku berdiri di trotoar jalan menunggu angkutan umum. Hari ini memang aku tidak naik motor karena motorku sedang ada di bengkel. Entah kenapa hari ini aku sial terus dari rumah pas mau kerja motorku mendadak ngadat tidak mau distater. Sial, mana hari ini aku pagi-pagi sekali harus sudah menyerahkan laporan bulanan kepada boss. Sial benar-benar sial.

Saat aku asik melamunkan kesialanku hari ini, tanpa sadar tiba-tiba sebuah Baleno warna silver metalik melintas di depanku dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba… “Craaassshh…!” air genangan menyemprot ke seluruh tubuhku, mukaku, baju, celanaku semuanya basah kuyup.

Shiit, sekali lagi shiit, lengkap sudah kesialanku hari ini. Aku memaki-maki tidak karuan. Tiba-tiba Baleno itu berhenti beberapa puluh meter dari tempat aku berdiri dan langsung mundur menuju ke arahku. “Cari penyakit,” gerutuku. Aku sudah bersiap-siap mau mendampratnya jika orangnya keluar, paling tidak kumaki-maki dulu.

Urusan maaf-memaafkan belakangan. Aku sudah bersiap-siap ketika pintu Baleno itu terbuka, aku terkejut ketika sebuah kaki indah terbungkus sepatu kets menapak di aspal yang basah. Sesaat kemudian munculah mahluk yang menurutku sangat cantik.

Tingginya kira-kira 165 cm, kulitnya putih, kalau ditaksir-taksir umurnya sekitar 35-an, tetapi penampilannya modis sehingga tidak terkesan dewasa, tapi yang paling menarik perhatianku adalah bentuk bodinya yang sangat proporsional, “Gitar Spanyol Cing”. Terbalut kaos ketat lengan cekak warna abu-abu dan legging warna hitam selutut menambah tonjolan-tonjolan tubuhnya semakin nampak nyata, sampai-sampai aku meneguk air liurku, “Glek.. glek,”.

“M.. ma’af Mas…” katanya menyadarkan aku dari kekagumanku.
“Oh oh… tidak pa.. pa..” sahutku (kok jadi aku yang gugup bathinku “).
“Maafkan saya Mas, saya tidak sengaja.. lagi ngelamun jadi tidak sadar kalo ada orang,” ujarnya menjelaskan.
“Mas mau pulang..? tambahnya lagi.
“Ii.. iya…” jawabku.
“Oke.. sebagai pernyataan maaf saya, gimana kalo mas saya antar pulang. Ayo mari masuk Mas!” pintanya tanpa menunggu persetujuanku.

Wah kesempatan yang tidak boleh kusia-siakan nih.

“Bagaimana ya…” kataku.
“Please… ” katanya.

Tanpa ba bi bu lagi aku langsung masuk ke Balenonya yang langsung meluncur.

“Ngomong-ngomong dari tadi kita belum kenalan, saya.. Conny,” katanya memecah kekakuan.
“Saya Irwan, Mbak,” timpalku.

Ternyata Mbak Conny enak diajak ngomong tentang apa saja, orangnya supel. Dan sampai aku juga tahu bahwa ia adalah istri kedua dari salah seorang pengusaha sukses yang meninggal karena kecelakaan mobil setengah tahun lalu. Menurut dia suaminya dibunuh karena persaingan dengan seteru bisnisnya.

“Maaf Mbak, kalau saya mengingatkan,” kataku.
“Tidak.. papa Wan,” sahutnya.
“Wan kamu tidak papa kan ke rumah Mbak dulu. Mandi dulu ya, nanti setelah itu baru kita ke rumah kamu gimana?”
“Terserah Mbak deh,” kataku mengiyakan.

Kami tiba di rumahnya di salah satu kawasan pemukiman elit yang terkenal. Wah ternyata rumahnya cukup besar dan asri.

“Masuk Wan!”
“Makasih Mbak.”
.”Wan kamu mandi dulu ya,” katanya sambil menunjukkan kamar mandi.
“Nanti Mbak siapkan pakaian untukmu, kan baju sama celana kamu basah, biar di cuci di sini saja, Mbak juga mau mandi dulu.”

Kulepas semua pakaian sehingga sekarang aku sudah telanjang dan siap untuk mandi. Iseng aku mengingat Mbak Conny yang aduhai tanpa sadar “si Jonny” tiba-tiba mengeras. Aku membayangkan jika Mbak Conny mengatakan, “Wan, maukah menyenangkan Mbak?” Kurasakan “si Jonny” semakin keras seiring imajinasiku tentang Mbak Conny seorang janda cantik, kulit putihnya yang halus mulus tanpa cacat, dua gunung kembarnya yang ukuran 34 dan pantatnya yang besar.

Kukocok-kocok batang kemaluanku, sementara khayalanku dengan Mbak Conny semakin menjadi-jadi, dan tiba-tiba “Cklok…” pintu dibuka, aku terkejut tanpa bisa berbuat apa-apa. Tadi aku lupa mengunci pintu kamar mandi, ternyata Mbak Conny sudah berdiri di hadapanku.

“Maaf Wan, aku lupa ngasih handuk ke kamu.”
“Oh iya Mbak,” kataku.

Mbak Conny tidak langsung pergi ia tertegun melihatku telanjang bulat dan sekilas kulihat ia melirik batang kemaluanku yang dari tadi sudah tegang. “Mbak mau mandi berdua denganku?” tanyaku asal. Mbak Conny tidak menolak dan juga tidak mengiyakan, naluri kelelakianku mulai jalan,

kutarik lembut tangannya ke dalam dan kukunci pintu kamar mandi, tanpa menunggu reaksinya lebih lanjut kusentuh wajahnya dengan lembut, “Mbak cantik sekali,” aku mulai melancarkan rayuan, “Masa sih Wan, Mbak kan sudah 30 lebih, kamu bisa saja.”

Kucium pipinya dengan lembut lalu bergeser ke bibirnya yang seksi. “Wan!” keluhnya lirih, “Mbak saya sangat mengagumi Mbak,” bisikku lembut di telinganya, sambil kuletakkan tanganku melingkari lehernya. Kembali kukecup lembut bibirnya, kali ini dia membalas dengan hangat, beberapa saat adegan cium itu berlangsung, tanganku mulai “bergerilya”,

AGEN POKER UANG ASLI


kuusap punggungnya, terus turun ke bawah, ke bagian pantatnya, kurasakan bongkahannya masih sangat padat, kuremas-remas dengan lembut. Kali ini ia yang melingkarkan tangannya ke pinggangku, semakin erat, kurasakan gunung kembarnya menggencet dadaku kenyal dan lembut kurasakan.

Kami semakin bernafsu, batang kemaluan yang sudah dari tadi tegang tambah kurasakan berdenyut-denyut. Kurasakan aku semakin terangsang, segera saja kubuka baju mandi Mbak Conny si janda cantik. Terlihatlah pemandangan yang sangat indah, aku terdiam sejenak mengagumi keindahan tersebut, kulihat payudaranya yang besar dan masih kencang.

Kutelusuri semua bagian tubuhnya tanpa ada bagian yang terlewatkan, sampai pada “area kenikmatan” Mbak Conny. Aku semakin terangsang karena pussy Mbak Conny mulus tanpa ditumbuhi bulu sedikitpun.

Kali ini langsung kuserbu payudaranya, kuraba-raba sambil terus kissing sambil sesekali terdengar rintihannya, “Ohhh… Wan mhmmm…” kujilati kupingnya terus menjalar ke leher, dada, dan sampai ke payudaranya, kujilat, kumainkan putingnya dengan lidahku, aku semakin bernafsu.

“Waaan, ohhh…”
“Hmmm, Mbak… Mbak cantik sekali.”

Kali ini tangannya mulai kurasakan lebih aktif, dirabanya punggungku turus turun ke pantatku kemudian ke depan mencoba meraih batang kemaluanku dipegangnya dengan lembut, dikocoknya pelan-pelan sambil berkata, “Wan, punyamu lumayan besar juga. Mbak mau merasakannya Wan… ohhh,” kembali erangannya terdengar karena aku masih sibuk memainkan pentil payudaranya dengan ujung lidahku.

Mulai bosan dengan payudara, kuangkat badannya, kududukkan ke pinggir bak air. Kembali aku menjilati perutnya, kukukek-kucek liang pusatnya masih dengan ujung lidahku, terdengar kembali erangannya lebih keras, “Ooouhhh… hmmm… ahhh…” mungkin Mbak Conny sudah terangsang hebat. Keadaan ini tidak kubiarkan langsung kuarahkan lidah ku ke arah belahan pussy tanpa bulu yang indah sekali, tercium olehku bau khas kewanitaannya.

Aku semakin bernafsu kujilati pussy Mbak Conny yang sudah mulai basah dengan lendir kumainkan ujung lidahku menelusuri setiap millimeter dari “benda enak gila” itu. Tubuh Mbak Conny si janda cantik semakin terguncang hebat menikmati permainan lidahku, nafasnya memburu, sudah tidak beraturan lagi sambil terus mengerang, “Oouuussshhh aaahhh,” merintih tidak karuan keenakan.

Ujung lidahku masih menempel pada benda enak milik Mbak Conny kali ini bagian terakhir yang akan kugarap. Benda sebesar biji kacang yang terletak di atas lubang pussy-nya. Hoooaah, hmmm hhhh ooouuhhh, Wan terus sayang terus… terus… Ouuhh uuhhh terus…” Kali ini Mbak Conny pasti hampir mencapai puncak gunung kenikmatannya, dan aku terus saja memainkan lidahku dengan ganas di liang pussy-nya yang semakin banjir oleh cairan kewanitaannya yang nikmat di lidahku.

Sampai suatu saat ia menjabak rambutku, dan menekan kepalaku ke selangkangannya seakan-akan jangan sampai lepas. “Ooouuhn mmm ohhh.. ohhh, Wan terus Wan… Mbak mau keluarrhh…” sampai suatu sentakan hebat akibat kontraksi otot-otot badannya yang menegang. “Waaan Mbak keluaaar hhh…”

Beberapa saat badannya masih tersengal-sengal, sambil berkata padaku,

“Wan makasih, kamu hebat, Mbak sudah lama tidak merasakannya sejak suami Mbak meninggal.” “Sama-sama Mbak, saya juga sangat menikmatinya, saya suka sama Mbak,” ujarku.
“Kali ini giliran kamu ya, Wan. Sekarang kamu duduk di pinggir sini,” katanya.

AGEN DOMINO UANG ASLI 


Di kecupnya bibirku, dilumatnya, lidahnya sengaja dimasukkannya menjalari seluruh rongga mulutku sambil sesekali menghisap lidahku, kali ini aku sedikit tidak menguasai keadaan, tangan Mbak Conny masih terus memegang batang kemaluanku sambil terus mengocoknya,

“Ooohhh…” kali ini aku yang dibuatnya mengeluarkan suara keenakan.

Ah, lidahnya sudah hampir di puting susuku, dimainkannya lidahnya yang membuat sensasi tersendiri. “Aahhh… enak gila,” sambil terus mengocok batang kemaluanku. Mbak Conny si janda cantik terus menjilati bagian tubuhku sampai akhirnya dia menjilati kepala kemaluan.

Dia terus memainkan lidahnya menjilati, kepalanya, batangnya, biji kemaluan tidak luput dari sasaran lidahnya. “Ahhh, Mbak… enak Mbak ahhh…” Mendengar rintihanku dia memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya, “Ooh… terus Mbak…” pintaku.

Turun-naik kepalanya mengisap batang kemaluanku sampai keadaan dimana aku merasakan kejang dan batang kemalaunku berdenyut-denyut sangat hebat, “Ooohhh… ohhh… aku hampir keluar Mbak…” Semakin ganas kepalanya turun-naik, semakin mempercepat kocokan dan sedotannya dan… “Crooot… crooot… croot…” batang kemaluanku memuntahkan sperma ke dalam mulut Mbak Conny dan dengan bernafsu ditelannya sperma tersebut dan sisanya dijilatnya sampai bersih.

“Makasih Mbak,” kataku.
“Sama-sama Wan,” katanya dengan lembut.
“Oke sekarang kita mandi dulu biar segar dan kita ulangi lagi nanti ya di kamar.”

Aku masih mengenakan handuk yang dililitkan ketika Mbak Conny datang membawa segelas susu coklat hangat dan memberikannya kepadaku.

“Minum dulu sayang, biar tambah segar.”

Kuseruput coklat hangat, “Aaahhh…” kurasakan kehangatan menjalari tubuhku dan kurasakan kesegaran kembali.

Kami berciuman kembali, Mbak Conny tampak sangat menikmati ciumanku ini, matanya terpejam, nafasnya mendesah, dan bibirnya dengan lembut mengecup sambil sesekali menghisap bibir dan lidahku, jari jemari lentik guruku itu mulai bergerak turun menyusup ke balik handukku menuju buah pantatku.

Batang kemaluanku yang hanya ditutupi handuk kecil itu segera berdiri tegang. Bagian bawah kepala kemaluanku itupun langsung tergencet oleh perut Mbak Conny si janda cantik yang langsung menyalurkan getaran-getaran kenikmatan ke seluruh urat syarafku.

Jari-jemarinya mulai meraba kedua buah pantatku. Mula-mula rabaannya melingkar perlahan, makin cepat, makin cepat, sampai akhirnya dengan suara mendesah, diremas-remasnya dengan penuh nafsu. Aku mencium dan menjilati telinga Mbak Conny, sehingga membuat tubuh janda cantik itu menggelinjang-gelinjang, “Ohhh Wan… gelii… sss…” Kuturunkan bibirku dari kuping menelusuri leher, terus turun ke dada, jari jemarinya pun terasa semakin keras meremas-remas pantatku.

Seraya mengecupi areal dadanya, jemariku membuka satu persatu kancing seragam kebanggaannya itu hingga terlihat belahan payudaranya yang besar menyembul dari balik baju mandinya. Bentuknya menghadap ke atas dengan puting yang langsung mengarah ke mukaku.

Amboi seksinya, tanpa membuang waktu kulahap payudara itu dengan gemas. Kusedot-sedot dan kujilati putingnya yang sudah menegang itu. Tiba-tiba tangan kanan Mbak Conny berputar ke arah depan. Dengan sekali sentak maka terjatuhlah penutup satu-satunya tubuhku itu.

Kulirik kaca lemarinya, di sana terlihat badan tegapku yang bugil tengah menunduk menghisap payudara wanita berbadan montok yang masih dibalut pakaian mandinya. Dari kaca riasnya kulihat Mbak Conny mengalihkan tangan kanannya ke arah selangkanganku dan… “Slepp!” dalam sekejap batang kemaluanku sudah berada dalam genggamannya.

Dengan lembut dan penuh perasaan ia mulai mengocok batang kemaluanku ke atas.. ke bawah.. ke atas.. ke bawah. Uff… tak bisa kuceritakan nikmat yang kurasakan di selangkanganku itu. Apalagi ketika sesekali ia menghentikan kocokannya dan mengarahkan jempolnya ke urat yang terletak di bawah kepala batang kemaluanku.

“Aaahhh… Mbaak… aaahh…” aku hanya bisa mengerang keenakan seraya terus mengecup dan menjilati payudaranya. Tiba-tiba Mbak Conny mendorong tubuhku hingga terduduk di atas ranjang busanya dan ia sendiri kemudian berlutut dihadapan selangkanganku. Ia menengadahkan kepalanya dan menatap mataku dengan pandangan penuh nafsu.


POKER ONLINE UANG ASLI 



Bersamaan dengan itu, ia menciumi kepala batang kemaluanku, kemudian menjilati lubang penisku yang sudah dipenuhi dengan cairan lengket berwarna bening. Tiba-tiba ia memasukkan penisku ke dalam mulutnya dan apa yang kurasakan berikutnya adalah kenikmatan yang tak terlukiskan.

Mbak Conny memasukkan dan mengeluarkan penisku di dalam mulutnya dengan gerakan yang cepat sambil menggoyang-goyangkan lidahnya sehingga menggesek urat bawah kepala penisku itu. “Aaahhh… ouuhhh… Mbak! aakh… ouhhh…” aku hanya bisa terduduk sambil mengerang nikmat dan Mbak Conny si janda cantik tampak begitu menikmati kemaluanku yang berada di dalam mulutnya, sampai-sampai ia memejamkan matanya.

Tangan kiriku kembali meremas-remas payudara Mbak Conny sedangkan tangan kananku menyentuh bagian bawah buah pantatnya. “Mmmh.. mmmhh…emmhhh…” rintihnya sambil terus mengulum batang kemaluanku ketika kuraba-raba lubang kemaluannya. Mbak

Conny semakin memperkuat sedotannya sehingga memaksaku untuk semakin mengerang tak keruan, seakan tak mau kalah, kumasukkan tanganku ke selangkangannya dari arah perut, dan dengan mudah jemariku mencapai vagina yang sudah sangat basah itu.

Dalam 3 detik jariku menyentuh sebuah daging sebesar kacang yang sudah menonjol keluar di bagian atas vagina Mbak Conny, jari tengah dan telunjukku segera mengocok “kacangnya” dengan cepat. “Mmmhh.. mmmhhh… aaahhh…” Mbak Conny melepaskan penisku dari mulutnya untuk berteriak histeris menikmati kocokanku di klitorisnya.

DOMINO ONLINE UANG ASLI  


Sekitar 5 menit kami saling mengocok, meremas, dan menghisap diikuti dengan gelinjangan dan jeritan-jeritan histeris, ketika tiba-tiba Mbak Conny menengadahkan mukanya ke arahku dan merintih, “Wan.. please sekarang…” Tanpa menunggu kata-kata selanjutnya kuangkat tubuh janda cantik itu dari posisi berlututnya. Kusuruh dia meletakkan kedua tangannya di atas meja menghadap cermin rias sehingga Mbak Conny kini berada dalam posisi menungging.

Tampak buah dadanya bergelayut seakan menantang untuk diperah. Kurenggangkan kedua kaki mulusnya, kugosok-gosokkan penisku di belahan pantatnya sebelum kuturunkan menelusuri tulang ekornya, anus dan kutempelkan di pintu belakang vaginanya.

Perlahan-lahan kusodokkan penisku ke dalam vagina kecil yang sudah sangat banjir itu, “Aaahhh…” Mbak Conny menggigit bibirnya menikmati senti demi senti penisku yang tengah memasuki vaginanya, semakin dalam kumasukkan batang kemaluanku dan semakin dalam…

“Ooohhh Wan… ooohhh…” dan… “Aaaakhh…” jeritnya ketika dengan keras kusodokkan penisku sedalam-dalamnya di vagina janda cantik itu. Tampak janda cantik itu masih menggigit bibirnya menikmati besarnya batang kemaluanku yang terbenam penuh di dalam vaginanya.

Dengan segera kupompakan kemaluanku dengan cepat dari arah belakang. Kutempelkan perut dan dadaku di punggung perempuan itu dan kedua tanganku dengan keras meremas-remas dan memelintir kedua puting buah dada Mbak Conny yang sudah sangat keras itu.

“Ohhh… ohh… ouuhhh…” Tiba-tiba Mbak Conny mengangkat kepala dan badannya ke arahku dengan menengok ke arah kiri dan menjulurkan lidahnya. Dengan cepat kusambut lidah yang menggairahkan itu dengan lidahku dan kami pun berciuman dengan posisi Mbak Conny yang tetap membelakangiku. Karena ia menegakkan badannya, Mbak Conny menaikkan kaki kirinya ke atas meja riasnya untuk memudahkan aku terus menyodokkan batang kemaluanku.

Sambil terus melumat bibirnya dan menyodok, tanganku kembali meremas-remas kedua payudaranya. Tangan kiri Mbak Conny menjambak rambut di belakang kepalaku untuk mempererat tautan bibir kami. Ketiaknya menyebarkan wangi khas yang membuatku semakin bernafsu lagi. Tiba-tiba Mbak Conny merintih-rintih sambil terus mengulum lidahku.

Tampak alisnya mengerut, wajahnya mengekspresikan seakan-akan kenikmatan yang amat sangat menjalari seluruh tubuhnya, ia dengan cepat membimbing tangan kananku yang masih asyik meremas payudaranya untuk kembali memainkan kacangnya. Goyangan pinggulnya menjadi semakin cepat tak terkendali, dinding vagina mulai terasa berdenyut-denyut, tiba-tiba… “Aaahhh aaahhh oouuhhh… Wan… Mbak keluaaarrr… aaahhh…”

Malam itu beberapa kali aku dan Mbak Conny mengulangi “gulat gaya bebas” itu sampai akhirnya kami sama-sama tertidur kecapaian. Aku segera terbangun ketika menyadari ada seberkas sinar yang menerpa wajahku. Aku segera menyadari bahwa aku berada di rumah Mbak Conny.
more »

Recent Posts